Nama : Izza Nikmatur Rokhmah
NIM : 202010200060
Kelas : Manajemen A4
Mata Kuliah : Manajemen Strategi
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN
Definisi Lingkungan Internal Perusahaan
Menurut (Lawrence dan William, 1998) mendefisinikan lingkungkan internal perusahaan sebagai suatu proses dengan mana perencana strategi mengkaji pemasaran, dan distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan yang penting sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menangani ancaman didalam lingkungan.
Menurut Robert Grant, lingkungan perusahaan dikelompokkan dalam 3 kategori, antara lain:
1. Sumber daya fisik yang mencakup pabrik dan peralatan, lokasi, teknologi, bahan mentah, dan mesin.
2. Sumber daya manusia yang mencakup karyawan, pelatihan pengalaman, intelegensi, pengetahuan, keahlian dan kemampuan.
3. Sumber daya organisasi, meliputi struktur perusahaan, proses perencanan, sistem informasi, paten, merk dagang, hak cipta, pusat data dan sebagainya.
Agar sumber daya itu bernilai sebaiknya harus Langka, sulit untuk ditiru, dan tidak dengan mudah diganti.
Manajemen
Fungsi manajemen terdiri atas lima aktivitas dasar yakni :
a) Planning
b) Organizing
c) Motivating
d) Staffing
e) Controlling
Aktivitas - aktivitas ini penting untuk kegiatan pengukuran dalam perencanaan strategik karena organisasi sebaiknya terus mengambil keuntungan kekuatan manajemen dan memperbaiki area manajemen yang lemah, manajemen perlu diperhatikan dalam lingkungan internal.
Pemasaran
Pemasaran dapat dideskripsikan dengan mendefisinikan, mengantisipasi, membuat, dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk produk dan jasa. Terdapat tujuh fungsi pemasaran, antara lain :
1) Customer analysis
2) Selling
3) Product and service planning
4) Pricing
5) Distribution
6) Marketing Research
7) Cost / Benefit analysis
Dengan memahami fungsi-fungsi tersebut akan membantu para penyunsun strategi mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan serta kelemahan perusahaan.
Keuangan dan Akuntansi
Kondisi keuangan sering kali dipertimbangkan sebagai pengukuran tunggal terbaik dari posisi bersaing perusahaan dan daya tarik keseluruhan kepada investor. Menentukan kekuatan dan kelemahan organisasi penting agar secara efektif memformulasikan strategi. Faktor-faktor keuangan sering kali mengubah strategi yang sudah ada dan mengubah rencana implementasi.
Berdasarkan pada James Van Horne, fungsi akuntansi / Keuangan terdiri atas tiga keputusan :
a. Keputusan investasi
b. Keputusan pendanaan
c. Keputusan deviden
Analisis rasio keuangan adalah metode yang digunakan secara luas untuk menentukan kekuatan dan kelemahan organisasi dalam area investasi, pendanaan dan dividen.
Produksi dan Operasi
Fungsi produksi/operasi dari bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Manajemen produksi dan operasi terkait dan input, perubahan, dan keluaran yang bervariasi antar industri dan pasar. Operasi manufaktur mengubah input, seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, mesin, dan fasilitas menjadi barang dan jasa.
Penelitian dan Pengembangan
Area ke-lima terbesar dari operasi internal yang sebaiknya di uji untuk kekuatan dan kelemahan tertentu adalah penelitian dan pengembangan atau disebut (R&D).
Organisasi beriventasi di R&D karena mereka percaya bahwa beberapa investasi akan menghasilkan produk dan jasa yang superior dan akan memberikan keunggulan bersaing. Pengeluaran R&D diarahkan untuk mengembangkan produk baru sebelum pesaing melakukannya, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan produksi untuk mengurangi biaya.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) menerima bahan mentah, baik dari evaluasi eksternal dan internal dari organisasi. Sistem tersebut mengumpulkan data mengenai pemasaran, keuangan, produksi, dan permasalahan personal secara internal, sosial, budaya, demografis, lingkungan, ekonomi, politik, pemerintah, hukum, teknologi, dan faktor bersaing eksternal. Data terintegrasi dalam cara-cara yang dibutuhkan untuk mendukung pembuatan keputusan manajerial.
Analisis Rantai Nilai
Analisis rantai nilai (VCA) mengacu pada proses dimana perusahaan menentukan biaya yang terkait dengan aktivitas organisasi, dari pembelian bahan baku, pembuatan produk, hingga pemasaran produk.
Analisis rantai nilai bertujuan untuk mengidentifikasi dimana keuntungan atau kerugian biaya rendah terjadi dimana pun di sepanjang rantai nilai. Analisis rantai nilai memungkinkan perusahaan untuk lebih baik dalam mengidentifikasi kelemahan dan kekuatannya.
Matriks Evaluasi Faktor Internal
Langkah ringkas dalam menentukan audit manajemen strategik internal adalah dengan mengontruksi matriks evaluasi faktor internal (IFE). Perangkat formulasi strategi ini meringkas serta mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama fungsi-fungsi perusahaan. Hal tersebut juga memberikan dasar untuk mengidentivikasi dan mengevaluasi hubungan diantara fungsi-fungsi ini. Penilaian intituitif dibutuhkan dalam mengembangkan matriks IFE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar