Sabtu, 13 November 2021

MATERI : PERSAINGAN ANTAR UNIT BISNIS (Pertemuan ke-7)

 Nama : Izza Nikmatur Rokhmah

NIM : 202010200060

Kelas : Manajemen A4

Mata Kuliah : Manajemen Strategi

Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO



PERSAINGAN ANTAR UNIT BISNIS


MENGHADAPI PERSAINGAN

Perusahaan – perusahaan yang jelek mengabaikan pesaing. Perusahaan rata – rata akan meniru pesaing, perusahaan yang menang mengungguli pesaing


KEKUATAN KOMPETITIF (Michael Porter)

Ancaman yang terkandung dalam kekuatan adalah

1. Ancama rivalitas segmen yang intens – sebuah segmen dianggap tidak menarik jika sudah berisi banyak pesaing yang kuat atau agresif.

2. Ancaman pendatang baru – segmen paling menarik adalah segmen yang memiliki penghalang untuk masuk yang tinggi dan penghalang untuk keluar yang rendah.

3. Ancaman produk pengganti – sebuah segmen tidak menarik apabila ada pengganti aktual atau potensial untuk produk tertentu.

4. Ancaman daya tawar pembeli yang semakin besar – sebuah segmen tidak menarik jika pembeli memiliki daya tawar yang kuat atau semakin besar.

5. Ancaman daya tawar pemasok yang semakin besar – sebuah segmen menjadi tidak menarik jika pemasok perusahaan mampu meningkatkan harga atau mengurangi jumlah barang yang dipasok.


MENGIDENTIFIKASI PESAING

Pesaing adalah “perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama”

Pesaing dapat dilihat dari sudut pandang :

    Industri  => suatu kelompok perusahaan yang menawarkan produk atau kelas produk yang merupakan pengganti erat satu sama lain.

    Pasar => menunjukkan jumlah pesaing aktual dan potensial yang dalam istilah kategori produk.

Persaingan pasar :

    1. Persaingan aktual

    2. Persaingan potensial


MENGANALISIS PESAING

Enam posisi bersaing dalam pasar sasaran :
1) Dominant : mengontrol perilaku pesaing lain dan mempunyai pilihan yamg luas dan strategis
Strong : dapat mengambil keputusan independen tanpa membahayakan posisi jangka panjang perusahaan 
2) Favorable : mempunyai peluang diatas rata – rata mempertahankan posisinya 
enable : memiliki peluang dibawah rata – rata untuk memperbaiki posisinya
Weak : memiliki kinerja yang tidak memuaskan, ada peluang untuk memperbaiki
Nonviabel : tidak memiliki kinerja yang memuaskan, tidak ada peluang untuk diperbaiki.

Perusahaan perlu menentukan :
* Strategi 
  Kelompok strategi: sekelompok perusahaan yang mengikuti strategi yang sama dalam pasar sasaran tertentu.

* Tujuan Memaksimalkan laba : 
     a. jangka pendek
     b. jangka panjang  
Beberapa bauran tujuan (portabilitas, pangsa pasar, arus kas, teknologi, layanan)

* Kekuatan dan kelemahan :
    -Pangsa  pasar (share of market) –> pangsa pasar sasaran pesaing
  - Pangsa pikiran (share of mind) –> persentase pelanggan yang menyebut nama     pesaing 
  - Pangsa hati (Share of heart) –> persentase pelanggan yang menyebut nama pesaing dalam merespon pertanyaan.

* Perusahaan tidak boleh menghabiskan seluruh waktu berfokus pada pesaing,melainkan berfokus pada pelanggan. 


PENJELASAN

Strategi : Sekelompok perusahaan yang menerapkan strategi yang sama atas pasar sasaran yang tertentu dinamakan kelompok strategi. Apabila perusahaan ingin memasuki suatu pasar maka ia perlu mengelompokkan industri yang ada berkaitan dengan mutu produk dan integrasi vertikal dan menentukan berapa jumlah perusahaan yang ada disetiap kelompok dan mempelajari strategi yang digunakan. Setiap kelompok memiliki hambatan masuk yang berbeda – beda. Jika perusahaan masuk dalam  satu kelompok maka anggota kelompok itu menjadi pesaing utamanya.

Tujuan : setelah perusahaan mengideentifikasi pesaing utamanya dan strategi mereka ia harus menanyakan : apa yang dicari masing – masing pesaing dalam pasar, apa yang mendorong perilaku pesaing, suatu asumsi awal adalah bahwa pesaing berusaha untuk memaksimumkan laba mereka. Banyak faktor yang membentuk tujuan pesaing, termasuk ukuran, sejarah, manajemen saat ini, situasi keuangan, dan akhirnya pengetahuan rencana ekspansi pesaing.

Kekuatan daan Kelemahan :
Perusahaan perlu mengumpulkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan sumber daya yang dimiliki masing – masing pesaing.

Secara umum setiap perusahaan harus memantau tiga variabel saat menganalisis pesaingnya :
1. Pangsa pasar (share of market )
         Pangsa pasar adalah penjualan dari sebuah merek dibagi dengan penjualan kategori produk secara keseluruhan.

2. Pangsa ingatan(share of mind) 
      persentase pelanggan yang menyebutkan nama pesaing dalam menanggapi pertanyaan : “sebutkanlah perusahaan pertama di industri.”

3. Pangsa hati (share of heart)
Persentase pelanggan yang menyebut nama pesaing dalam menanggapi pertanyaan : “sebutkan perusahaan yang produknya lebih anda sukai untuk dibeli.” 
Perusahaan yang meraih pangsa ingatan dan pangsa hati yang mantap pasti akan mendapat keuntungan dalam hal pamgsa pasar dan profibilitas.


Empat Struktur Industri

1) Monopoli murni
2) Oligopoli 
3) Persaingan monopolistik
4) Persaingan murni

Empat Langkah Utama Merancang Sistem Intelijen Persaingan 

1) Pembentukan sistem 
2) Pengumpulan data
3) Evaluasi dan analisis data
4) Penyebarluasan informasi dan pembelajaran tanggapan


ANALISIS NILAI PELANGGAN

Mengidentifikasi atribut utama yang dihargai pelanggan
Menilai tingkat kepentingan kuantitatif atribut- atribut yang berbeda
Menilai kinerja perusahaan dan pesaing mengenai perbedaan nilai pelanggan yang dibandingkan berdasarkan tingkat kepentingan yang ditetapkan
Mengkaji bagaimana pelanggan dalam segmen  tertentu membuat peringkat mengenai kinerja perusahaan dibandingkan pesaing utama dengan berdasarkan atribut – atribut
Memantau nilai pelanggan dari waktu ke waktu.


Rabu, 10 November 2021

Tugas Pertemuan ke-6

Nama : Izza Nikmatur Rokhmah

NIM : 202010200060

Kelas : Manajemen A4

Mata Kuliah : Manajemen Strategi

Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO


Kenapa Giant di Tutup?

Ada 2 faktor yang menjadi alasan mengapa Giant bisa ditutup, yaitu karena adanya masalah dalam faktor eksternal dan faktor internal perusahaan.

Faktor Ekternalnya meliputi :
1. Politik
2. Sosial
3. Ekonomi 
4. Teknologi, seperti adanya teknologi online market, contohnya : shopee, tokopedia, dll.
5. Lingkungan
6

Faktor Internal
1. Keuangan
2. Marketing 

Selasa, 09 November 2021

MATERI : FORMULASI STRATEGI (Pertemuan ke-6)

Nama : Izza Nikmatur Rokhmah

NIM : 202010200060

Kelas : Manajemen A4

Mata Kuliah : Manajemen Strategi

Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

FORMULASI STRATEGI

Formulasi strategi terdiri dari beberapa bagian yaitu :

1. Visi dan Misi Perusahaan

2. Pengukuran Eksternal

3. Pengukuran Internal

4. Strategi dalam Tindakan

5. Analisis dan Pilihan Strategi


1. VISI DAN MISI PERUSAHAAN

Banyak organisasi perusahaan mengembangkan pernyataan visi dan misi. Sementara pernyataan visi menjawab pertanyaan "Apakah bisnis kita?", pernyataan misi menjawab pertanyaan "Kita menjadi apa?"

» Proses Mengembangkan Pernyataan Visi dan Misi

Proses pengembangan pernyataan visi dan misi beberapa organisasi menggunakan kelompok diskusi yang beranggotakan para manajer untuk mengembangkan dan selama memodifikasi pernyataan yang ada beberapa organisasi mempekerjakan konsultan atau fasilitator luar untuk mengatur proses dan membantu menyunsun kalimat.

» Pentingnya (Keunggulan) Pernyataan Visi dan Misi

Rarick dan Vitton menemukan bahwa perusahaan dengan pernyataan misi yang formal memiliki imbal hasil ekuitas pemegang saham rata-rata dua kali lebih besar dibandingkan perusahaan - perusahaan tanpa pernyataan misi yang formal. Keterlibatan manajer dan karyawan dalam mengembangkan pernyataan visi dan misi sangat mempengaruhi kesuksesan perusahaan.

» Keuntungan Memiliki visi dan Misi yang Jelas 

1) Menyediakan arahan

2) Memberikan poin penting untuk semua pemangku kepentingan perusahaan

3) Memperkuat niat dan nilai untuk semua pemegang saham

4) Memperoleh kinerja organisasi yang lebih tinggi

5) Mencapai sinergi diantara manajer dan karyawan.

» Contoh Visi dan Misi

BCA Syariah

Visi : Menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

Misi : 

a. Mengembangkan SDM dan infrastruktur yang handal penyedia jasa keuangan syariah dalam rangka memahami kebutuhan dan memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabah.

b. Membangun institusi keuangan syariah yang unggul dibidang penyelesaian pembayaran, penghimpunan dana dan pembiayaan bagi nasabah bisnis dan perseorangan.


2. PENGUKURAN EKSTERNAL

> Sifat Audit Eksternal

Tujuan audit eksternal adalah untuk mengembangkan sejumlah kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dan ancaman yang sebaiknya dihindari.

> Kekuatan Eksternal Penting

Kekuatan eksternal dapat dibagi menjadi lima kategori : 

- Kekuatan ekonomi

- Kekuatan budaya, sosial, demografi dan lingkungan

- Kekuatan politik, pemerintah dan hukum

- Kekuatan teknologi

- dan Kekuatan Persaingan

> Proses Melakukan Audit Eksternal

Proses melakukan audit eksternal harus melibatkan sebanyak mungkin manajer dan karyawan. Untuk melakukan audit eksternal, perusahaan pertama kali harus menyelidiki dan mengumpulkan informasi bersaing mengenai tren ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum dan teknologi.

> Contoh Pengukuran Eksternal

Perusahaan farmasi berinisiatif untuk membuat produk hand sanitizer yang berfungsi untuk membersihkan tangan dari kuman dan virus karena perusahaan teesebut membaca peluang hal yang diperlukan oleh masyarakat saat adanya virus covid-19.


3. PENGUKIRAN INTERNAL

* Sifat Audit Internal

Semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan di area-area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang memiliki kekuatan atau kelemahan disemua area.

* Kekuatan Internal Kunci

Kekuatan perusahaan yang tidak dapat dengan mudah disesuaikan atau ditiru dengan pesaing disebut kompetisi khusus dalam membangun keunggulan bersaing melibatkan pengambilan keuntungan atas kompetisi khusus.

* Proses dalam Melakukan Audit Internal

Dalam melakukan audit internal dibutuhkan pengumpulan, asimilasi, dan evaluaso informasi mengenai operasi perusahaan.

* Tinjauan Berbasis Sumber Daya

Pendekatan tinjauan berbasis sumber daya menyatakan bahwa beberapa sumber daya internal lebih penting bagi perusahaan dibandingkan faktor-faktor eksternal dalam mencapai dan melanjutkan keunggulan bersaing.

* Contoh Pengukuran Internal

PT. Gudang Garam memiliki banyak produk rokok salah satunya yang bernama rokok surya yang merupakan selera rokok kebanyakan masyarakat Indonesia, sehingga PT Gudang Garam mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan produk rokok surya tersebut, dengan kejadian tersebut PT Gudang Garam memiliki kekuatan dalam salah satu penjualan produknya.


4. STRATEGI DALAM TINDAKAN

 > Tujuan Jangka Panjang

Tujuan panjang mempresentasikan hasil yang diharapkan dalam mengikuti strategi tertentu dan mempresentasikan tindakan yang diambil untuk memenuhi tujuan jangka panjang. Kerangka waktu untuk tujuan dan strategi sebaiknya konsisten biasanya dua hingga lima tahun.

> Sifat Tujuan Jangka Panjang

Tujuan secara umum dinyatakan dalam istilah seperti pertumbuhan aset, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, pangsa pasar, derajat dan sifat diversifikasi, derajat dan sifat integrasi vertical, laba perlembar saham, dan pertangging jawaban sosial.

5. ANALISIS DAN PILIHAN STRATEGI

» Karakteristik dari Analisis dan Pilihan Strategi

Analisis dan pilihan strategi melakukan pencarian untul menenentukan tindakan yang paling memungkinkan perusahaan untul mendapatkan tujuan dan misinya.

» Kerangka Kerja Analitis Formulasi Komprehensif

1) Tahap Input, terdiri dari Matriks External Factor Evaluation (EFE), Competitive Profile Matrix (CPM), Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), tahap 1 ini meringkas informasi input mendasar yang dibutuhkan untuk memformulasi strategi.

2) Tahap Pencocokan, terdiri dari Matriks Strength-Weaknesses-Oppoturnities-Threats (SWOT), Matriks Strategic Position and Action Evaluation (SPACE), Matriks Boston Consulting Group (BCG), Matriks Internal Eksternal (IE), Matriks Grand Strategy, Tahap 2 ini berfokus pada pembuatan strategi alternatif yang layak dengan menyelaraskan faktor internal dan eksternal kunci

3) Tahap Keputusan, terdiri dari Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) yang mengungkapkan daya tarik relatif dari strategi alternatif dan memberi dasar yang objektif dalam meilih strategi tertentu.


Senin, 08 November 2021

MATERI : LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN (Pertemuan ke-4)

Nama : Izza Nikmatur Rokhmah

NIM : 202010200060

Kelas : Manajemen A4

Mata Kuliah : Manajemen Strategi

Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN

Definisi Lingkungan Internal Perusahaan

Menurut (Lawrence dan William, 1998) mendefisinikan lingkungkan internal perusahaan sebagai suatu proses dengan mana perencana strategi mengkaji pemasaran, dan distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan yang penting sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menangani ancaman didalam lingkungan.


Menurut Robert Grant, lingkungan perusahaan dikelompokkan dalam 3 kategori, antara lain:

1. Sumber daya fisik yang mencakup pabrik dan peralatan, lokasi, teknologi, bahan mentah, dan mesin.

2. Sumber daya manusia yang mencakup karyawan, pelatihan pengalaman, intelegensi, pengetahuan, keahlian dan kemampuan.

3. Sumber daya organisasi, meliputi struktur perusahaan, proses perencanan, sistem informasi, paten, merk dagang, hak cipta, pusat data dan sebagainya.

Agar sumber daya itu bernilai sebaiknya harus Langka, sulit untuk ditiru, dan tidak dengan mudah diganti.


Manajemen

Fungsi manajemen terdiri atas lima aktivitas dasar yakni :

a) Planning

b) Organizing

c) Motivating

d) Staffing

e) Controlling

Aktivitas - aktivitas ini penting untuk kegiatan pengukuran dalam perencanaan strategik karena organisasi sebaiknya terus mengambil keuntungan kekuatan manajemen dan memperbaiki area manajemen yang lemah, manajemen perlu diperhatikan dalam lingkungan internal.


Pemasaran

Pemasaran dapat dideskripsikan dengan mendefisinikan, mengantisipasi, membuat, dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk produk dan jasa. Terdapat tujuh fungsi pemasaran, antara lain :

1) Customer analysis

2) Selling

3) Product and service planning

4) Pricing

5) Distribution

6) Marketing Research

7) Cost / Benefit analysis

Dengan memahami fungsi-fungsi tersebut akan membantu para penyunsun strategi mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan serta kelemahan perusahaan.


Keuangan dan Akuntansi

Kondisi keuangan sering kali dipertimbangkan sebagai pengukuran tunggal terbaik dari posisi bersaing perusahaan dan daya tarik keseluruhan kepada investor. Menentukan kekuatan dan kelemahan organisasi penting agar secara efektif memformulasikan strategi. Faktor-faktor keuangan sering kali mengubah strategi yang sudah ada dan mengubah rencana implementasi.

Berdasarkan pada James Van Horne, fungsi akuntansi / Keuangan terdiri atas tiga keputusan :

a. Keputusan investasi

b. Keputusan pendanaan

c. Keputusan deviden

Analisis rasio keuangan adalah metode yang digunakan secara luas untuk menentukan kekuatan dan kelemahan organisasi dalam area investasi, pendanaan dan dividen.


Produksi dan Operasi

Fungsi produksi/operasi dari bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Manajemen produksi dan operasi terkait dan input, perubahan, dan keluaran yang bervariasi antar industri dan pasar. Operasi manufaktur mengubah input, seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, mesin, dan fasilitas menjadi barang dan jasa.


Penelitian dan Pengembangan

Area ke-lima terbesar dari operasi internal yang sebaiknya di uji untuk kekuatan dan kelemahan tertentu adalah penelitian dan pengembangan atau disebut (R&D).

Organisasi beriventasi di R&D karena mereka percaya bahwa beberapa investasi akan menghasilkan produk dan jasa yang superior dan akan memberikan keunggulan bersaing. Pengeluaran R&D diarahkan untuk mengembangkan produk baru sebelum pesaing melakukannya, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan produksi untuk mengurangi biaya.


Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (SIM) menerima bahan mentah, baik dari evaluasi eksternal dan internal dari organisasi. Sistem tersebut mengumpulkan data mengenai pemasaran, keuangan, produksi, dan permasalahan personal secara internal, sosial, budaya, demografis, lingkungan, ekonomi, politik, pemerintah, hukum, teknologi, dan faktor bersaing eksternal. Data terintegrasi dalam cara-cara yang dibutuhkan untuk mendukung pembuatan keputusan manajerial.


Analisis Rantai Nilai

Analisis rantai nilai (VCA) mengacu pada proses dimana perusahaan menentukan biaya yang terkait dengan aktivitas organisasi, dari pembelian bahan baku, pembuatan produk, hingga pemasaran produk. 

Analisis rantai nilai bertujuan untuk mengidentifikasi dimana keuntungan atau kerugian biaya rendah terjadi dimana pun di sepanjang rantai nilai. Analisis rantai nilai memungkinkan perusahaan untuk lebih baik dalam mengidentifikasi kelemahan dan kekuatannya. 


Matriks Evaluasi Faktor Internal

Langkah ringkas dalam menentukan audit manajemen strategik internal adalah dengan mengontruksi matriks evaluasi faktor internal (IFE). Perangkat formulasi strategi ini meringkas serta mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama fungsi-fungsi perusahaan. Hal tersebut juga memberikan dasar untuk mengidentivikasi dan mengevaluasi hubungan diantara fungsi-fungsi ini. Penilaian intituitif dibutuhkan dalam mengembangkan matriks IFE.



Selasa, 02 November 2021

MATERI : VISI DAN MISI PERUSAHAAN (Pertemuan ke5)

Nama : Izza Nikmatur Rokhmah

NIM : 202010200060

Mata Kuliah : Manajemen Strategi

Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO


VISI DAN MISI PERUSAHAAN

VISI

Menurut Wibisono (2007), visi merupakan kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.


Visi yang efektif antara lain harus memiliki karakteristik seperti: 

1) Dapat dibayangkan

2) Menarik

3) Realistis dan dapat dicapai

4) Jelas

5) Aspiratif dan respondif terhadap perubahan lingkungan

6) Mudah dipahami


Visi bagi organisasi dapat digunakan sebagai;

1. Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan.

2. Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumber daya serta pengendaliannya

3. Pembentuk dan pembangun budaya perusahaan


MISI

A. Misi didefinisikan sebagai tujuan mendasar yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk produk dan pasar (Pearce and Robinson. 1996)


B. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan suatu produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya.

Langkah penyusunan misi yang umum dilakukan oleh organisasi atau perusahaan adalah dengan mengikuti tahap-tahap berikut;

1) Melakukan proses brainstorming dengan mensejajarkan beberapa kata yang menggambarkan organisasi.

2) Penyunsunan prioritas dan memfokuskan pada kata-kata paling penting.

3) Mengkombinasikan kata-kata yang telah dipilih menjadi kalimat atau paragraf yang menggambarkan misi perusahaan.

4) Mengedit kata-kata sampai terdengar benar atau sampai setiap orang kelelahan untuk adu argumen berkaitan dengan kata atau fase favorit mereka.


Untuk menjamin bahwa misi yang telah dicanangkan merupakan sebuah misi yang bagus, maka misi tersebut harus:

1. Cukup luas untuk dapat diterapkan selama beberapa tahun sejak saat ditetapkan.

2. Cukup spesifik untuk mengkomunikasikan arah.

3. Fokus pada kompetensi atau kemampuan yang dimiliki perusahaan.

4. Fokus dari jaringan dan kata-kata yang tidak bermakna.


Contoh Visi dan Misi

Visi dan Misi Sido Muncul


Visi : 

Menjadi industri jamu yang memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan.

Misi : 

1. Meningkatkan mutu pelayanan dibidang herbal tradisional

2. Mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan pengembangan pengobatan dan bahan-bahan alami.

3. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakai bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional.


STRATEGI

menurut Lynch seperti yang dikutip oleh Wibisono (2006), strategi perusahaan merupakan pola atau rencana yang mengintregasikan tujuan utama atau kebijakan perusahaan dengan rangkaian tindakan dalam sebuah pernyataan yang saling mengikat.


* Terdapat aliran besar yang dijadikan landasan dalam menentukan strategi perusahaan yaitu:

1. Strategi-strategi utama (grand strategi) merupakan seperangkat alternatif strategi perusahaan yang secara umum dijadikan patokan dalam menentukan strategi yang akan diambil oleh suatu perusahaan.

2. Strategi-strategi generil (generic strategies) misalnya porter's generic strategies.


* Sasaran dan Komponen Misi

Misi perusahaan ditetapkan ketika perusahaan sedang mengbangkan unit bisnis yang baru dan atau mencoba memformulasikan kembali arah dari bisnis yang sudah dijalankan. Dengan demikian, keberadaan dari misi perusahaan bertujuan untuk lebih mengarahkan segala kegiatan-kegiatan perusahaan dalam mengelola segala sumber daya yang ada secara efektif guna mencapai keunggulan bersaing dalam industri yang sama.


* Terdapat beberapa sasaran dari ditetapkannya misi oleh sebuah perusahaan, yaitu:

1) Misi dapat memusatkan usaha organisasi ke arah tujuan yang diinginkan.

2) Tersediannya dasar bagi pengalokasian sumber daya dan dana serta motivasi.

3) Mempermudah penerjemahan sasaran dan tujuan ke dalam suatu struktur kerja yang mencakup penetapan tugas kepada elemen-elemen yang bertanggung jawab dalam organisasi.

4) Menetapkan standar kinerja bagi organisasi.

5) Menciptakan iklim kerja yang kondusif dalam organisasi.


Proses Perumusan Misi

Perumusan misi membutuhkan waktu yang lama dan pertimbangan-pertimbangan secara matang. Perubahan lingkungan yang cepat memungkinkan adanya peluang untuk merubah misi yang telah dirumuskan. Secara sederhana perumusan misi mengikuti 5 langkah, antara lain:

1. Tahap pertama, perumusan misi di mulai dari perencanaan usaha oleh pemilik perusahaan. Pada tahap ini gambaran kasar dan sederhana tentang misi perusahaan sudah mulai terumuskan. Paling tidak pemilik sudah memiliki gambaran sederhana tentang produk yang akan dihasilkan.

2. Tahap kedua, mengkomunikasikan lebih jauh dengan kepentingan lain dari berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, baik pihak dalam maupun luar perusahaan. 

3. Tahap ketiga, perusahaan berusaha menyunsun skala prioritas dengan mengingat posisi relatif pemilik. Tahap ini bisa dilakukan dialog yang  intensif walaupun memerlukan waktu yang lama.

4. Tahap keempat, adalah mengkoordinasikan berbagai kepentingan yang telah diakomodir dalam langkah sebelumnya dnegan komponen misi perusahaan yang lain.

5. Tahap yang kelima, mengkomunikasikan hasil akhir perumusan misi perusahaan pada lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Komunikasi diperlukan agar terjadi proses internalisasi misi yang hampir tidak mungkin terjadi secara otomatis sesaat setelah perumusan akhir dilakukan.


Alasan Perubahan Misi

Misi yang ditetapkan perusahaan dapat saja berubah dengan berbagai alasan. Salahsatu alasan umum berubahnya misi adalah adanya perubahan lingkungan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal, hal itu menuntut manajer untuk selalu melakukan penyesuaian, maka dapatlah dikemukakan disini alasan mengapa isi itu bisa berubah, sebagai berikut:

1) Adanya dorongan dari pihak manajer

Mengingat para manajer mengetahui secara jelas perkembangan dari perusahaannya, maka dorongan dari pihak manajer untuk merubah misi merupakan faktor utama dna memiliki peranan.

2) Kondisi krisis yang dihadapi perusahaan

Keterpurukan ekonomi menyebabkan berubahnya daya beli yang berakibat berubahnya konsumsi atau pengeluaran konsumen. Perubahan kelompok pasar ini memgharuskan manajer untuk merubah misi perusahaannya.

3) Permintaan dari pihak yang membentuk perusahaan

Misi ini biasanya terjadi kalau anggota atau pimpinan kelompok dalam perusahaan itu berubah, atau kalau kekutan kelompok internal berubah. Sebagai contoh, pimpiann buruh atau saingan baru, dapat merubah cara perusahaan menetapkan prioritasnya.

4) Perubahan daur hidup perusahaan

Perusahaan yang sudah mapan cenderung menetapkan misi dengan latar belakang idealismenya, namun bagi perusahaan yang tidak diminati lagi biasanya menerapkan misi untuk mempertahankan diri saja.

MATERI : EVALUASI STRATEGI (Pertemuan Ke-15)

Nama : Izza Nikmatur Rokhmah NIM : 202010200060 Kelas : Manajemen A4 Mata Kuliah : Manajemen Strategi Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S....