Nama : Izza Nikmatur Rokhmah
NIM : 202010200060
Mata Kuliah : Manajemen Strategi
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
VISI
Menurut Wibisono (2007), visi merupakan kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
Visi yang efektif antara lain harus memiliki karakteristik seperti:
1) Dapat dibayangkan
2) Menarik
3) Realistis dan dapat dicapai
4) Jelas
5) Aspiratif dan respondif terhadap perubahan lingkungan
6) Mudah dipahami
Visi bagi organisasi dapat digunakan sebagai;
1. Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan.
2. Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumber daya serta pengendaliannya
3. Pembentuk dan pembangun budaya perusahaan
MISI
A. Misi didefinisikan sebagai tujuan mendasar yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk produk dan pasar (Pearce and Robinson. 1996)
B. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan suatu produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya.
Langkah penyusunan misi yang umum dilakukan oleh organisasi atau perusahaan adalah dengan mengikuti tahap-tahap berikut;
1) Melakukan proses brainstorming dengan mensejajarkan beberapa kata yang menggambarkan organisasi.
2) Penyunsunan prioritas dan memfokuskan pada kata-kata paling penting.
3) Mengkombinasikan kata-kata yang telah dipilih menjadi kalimat atau paragraf yang menggambarkan misi perusahaan.
4) Mengedit kata-kata sampai terdengar benar atau sampai setiap orang kelelahan untuk adu argumen berkaitan dengan kata atau fase favorit mereka.
Untuk menjamin bahwa misi yang telah dicanangkan merupakan sebuah misi yang bagus, maka misi tersebut harus:
1. Cukup luas untuk dapat diterapkan selama beberapa tahun sejak saat ditetapkan.
2. Cukup spesifik untuk mengkomunikasikan arah.
3. Fokus pada kompetensi atau kemampuan yang dimiliki perusahaan.
4. Fokus dari jaringan dan kata-kata yang tidak bermakna.
Contoh Visi dan Misi
Visi dan Misi Sido Muncul
Visi :
Menjadi industri jamu yang memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan.
Misi :
1. Meningkatkan mutu pelayanan dibidang herbal tradisional
2. Mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan pengembangan pengobatan dan bahan-bahan alami.
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakai bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional.
STRATEGI
menurut Lynch seperti yang dikutip oleh Wibisono (2006), strategi perusahaan merupakan pola atau rencana yang mengintregasikan tujuan utama atau kebijakan perusahaan dengan rangkaian tindakan dalam sebuah pernyataan yang saling mengikat.
* Terdapat aliran besar yang dijadikan landasan dalam menentukan strategi perusahaan yaitu:
1. Strategi-strategi utama (grand strategi) merupakan seperangkat alternatif strategi perusahaan yang secara umum dijadikan patokan dalam menentukan strategi yang akan diambil oleh suatu perusahaan.
2. Strategi-strategi generil (generic strategies) misalnya porter's generic strategies.
* Sasaran dan Komponen Misi
Misi perusahaan ditetapkan ketika perusahaan sedang mengbangkan unit bisnis yang baru dan atau mencoba memformulasikan kembali arah dari bisnis yang sudah dijalankan. Dengan demikian, keberadaan dari misi perusahaan bertujuan untuk lebih mengarahkan segala kegiatan-kegiatan perusahaan dalam mengelola segala sumber daya yang ada secara efektif guna mencapai keunggulan bersaing dalam industri yang sama.
* Terdapat beberapa sasaran dari ditetapkannya misi oleh sebuah perusahaan, yaitu:
1) Misi dapat memusatkan usaha organisasi ke arah tujuan yang diinginkan.
2) Tersediannya dasar bagi pengalokasian sumber daya dan dana serta motivasi.
3) Mempermudah penerjemahan sasaran dan tujuan ke dalam suatu struktur kerja yang mencakup penetapan tugas kepada elemen-elemen yang bertanggung jawab dalam organisasi.
4) Menetapkan standar kinerja bagi organisasi.
5) Menciptakan iklim kerja yang kondusif dalam organisasi.
Proses Perumusan Misi
Perumusan misi membutuhkan waktu yang lama dan pertimbangan-pertimbangan secara matang. Perubahan lingkungan yang cepat memungkinkan adanya peluang untuk merubah misi yang telah dirumuskan. Secara sederhana perumusan misi mengikuti 5 langkah, antara lain:
1. Tahap pertama, perumusan misi di mulai dari perencanaan usaha oleh pemilik perusahaan. Pada tahap ini gambaran kasar dan sederhana tentang misi perusahaan sudah mulai terumuskan. Paling tidak pemilik sudah memiliki gambaran sederhana tentang produk yang akan dihasilkan.
2. Tahap kedua, mengkomunikasikan lebih jauh dengan kepentingan lain dari berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, baik pihak dalam maupun luar perusahaan.
3. Tahap ketiga, perusahaan berusaha menyunsun skala prioritas dengan mengingat posisi relatif pemilik. Tahap ini bisa dilakukan dialog yang intensif walaupun memerlukan waktu yang lama.
4. Tahap keempat, adalah mengkoordinasikan berbagai kepentingan yang telah diakomodir dalam langkah sebelumnya dnegan komponen misi perusahaan yang lain.
5. Tahap yang kelima, mengkomunikasikan hasil akhir perumusan misi perusahaan pada lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Komunikasi diperlukan agar terjadi proses internalisasi misi yang hampir tidak mungkin terjadi secara otomatis sesaat setelah perumusan akhir dilakukan.
Alasan Perubahan Misi
Misi yang ditetapkan perusahaan dapat saja berubah dengan berbagai alasan. Salahsatu alasan umum berubahnya misi adalah adanya perubahan lingkungan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal, hal itu menuntut manajer untuk selalu melakukan penyesuaian, maka dapatlah dikemukakan disini alasan mengapa isi itu bisa berubah, sebagai berikut:
1) Adanya dorongan dari pihak manajer
Mengingat para manajer mengetahui secara jelas perkembangan dari perusahaannya, maka dorongan dari pihak manajer untuk merubah misi merupakan faktor utama dna memiliki peranan.
2) Kondisi krisis yang dihadapi perusahaan
Keterpurukan ekonomi menyebabkan berubahnya daya beli yang berakibat berubahnya konsumsi atau pengeluaran konsumen. Perubahan kelompok pasar ini memgharuskan manajer untuk merubah misi perusahaannya.
3) Permintaan dari pihak yang membentuk perusahaan
Misi ini biasanya terjadi kalau anggota atau pimpinan kelompok dalam perusahaan itu berubah, atau kalau kekutan kelompok internal berubah. Sebagai contoh, pimpiann buruh atau saingan baru, dapat merubah cara perusahaan menetapkan prioritasnya.
4) Perubahan daur hidup perusahaan
Perusahaan yang sudah mapan cenderung menetapkan misi dengan latar belakang idealismenya, namun bagi perusahaan yang tidak diminati lagi biasanya menerapkan misi untuk mempertahankan diri saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar