Nama : Izza Nikmatur Rokhmah
NIM : 202010200060
Kelas : Manajemen A4
Mata Kuliah : Manajemen Strategi
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Evaluasi strategi
Evaluasi Strategi adalah Cara bagi Pelaku bisnis untuk mengevaluasi posisi perusahaan dalam upaya mencapai tujuan startegi.
Evaluasi ini memberikan metode obyektif untuk menguji efisiensi dan efektivitas strategi bisnis, serta cara untuk menentukan apakah strategi yang sedang dilaksanakan adalah menggerakkan bisnis ke arah tujuan strategis yang dimaksudkan. Tak hanya itu saja, evaluasi strategis juga dapat membantu mengidentifikasi kapan dan tindakan korektif apa yang diperlukan untuk membawa kinerja kembali sejalan dengan tujuan bisnis yang Anda lakukan.
Kenapa Organisasi Harus Melakukan Evaluasi Strategi ?
Adanya perubahan kondisi dan situasi pasar serta perekonomian dimana pasar semakin berkembang, teknologi berubah dan pesaing-pesaing baru bermunculan.
Semakin rumit dan kompleksnya aktivitas perusahaan, maka dibutuhkan suatu kontrol yang lebih baik.
Semakin terdesentralisirnya kekuasaan dan wewenang, para manajer membutuhkan suatu alat untuk mengetahui aktivitas dan kinerja para bawahannya.
Keuntungan Melakukan Evaluasi Strategi
Dapat menentukan sejauh mana program/ proyek berada di jalur, sehingga perusahaan dapat melakukan aksi atau koreksi yang diperlukan.
Memastikan penggunaan sumber daya yang paling efektif dan efisien.
Mengevaluasi sejauh mana program/ proyek memiliki atau memiliki dampak yang diinginkan.
Pihak yang Terlibat dalam Evaluasi Strategi
1. Pemegang saham
2. Kepala devisi
3. Pada pemegang jabatan yang terkait dengan implementasi strategi perusahaan
Contoh Ukuran yang Dapat di Evaluasi
1) Pencapaian penjualan
2) Marjin laba
3) Pangsa pasar
4) Tingkat profitabilitas perusahaan
5) Likuiditas perusahaan
6) Solvabilitas perusahaan
Balance Scorecard
Balance Scorecard adalah alat pengukuran kinerja perusahaan Secara keseluruhan baik secara keuangan mauapun non keuangan dengan menggunakan 4 prefektif yaitu :
a) Prefektif Keuangan
Prefektif ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan bagaimana pandangan pemegang saham terhadap perusahaan oleh karena itu prefektif ini berorientasi pada pemegang saham. Prefektif ini digunakan karena dapat menunjukan apakah Perencanaan dan pelaksaan strategi perusahaan memberikan perbaikan atau tidak bagi Peningkatan Keuntungan Perusahaan.
Tolak ukur yang digunakan yaitu kinerja Keuangan seperti laba bersih dan ROI atau bisa disebut dengan laba atas investasi
b) Prefektif pelanggan
Prefektif ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan bagaimana pandangan Pelanggan terhadap perusahaan yaitu bagaimana perusahaan menjadi yang paling bernilai dimata pelanggan.
Prefektif ini terdiri dari 2 kelompok pengukuran yaitu :
1. Customer core measurements (Pengukuran inti) yang memiliki Beberapa komponen yaitu, pangsa pasar yang mencerminkan bagian yang dikuasai perusahaan, Retensi pelanggan dimana perusahaan dapat mempertahankan hubungan dengan konsumen, Akuisis pelanggan dimana perusahaan mampu menarik pelanggan baru, kepuasan pelanggan Dan profitabilitas pelanggan.
2. Customer Value Preposition (pengukuran nilai pelanggan) memiliki 3 komponen yaitu, produk/ servis yang meliputi Fungsi dari produk atau jasa harga dan kualitas, Customer relationship yang menyangkut perasaan pelanggan terhadap proses pembelian produk yang di tawarkan, dan image/ reputasi.
c) Prefektif bisnis internal
Prefektif ini berbicara mengenai apa keunggulan yang dimiliki perusahaan. Scorecard dalam prefektif ini mengetahui seberapa baik bisnis yang dijalankan apakah produk yang ditawarkan sesuai dengan spesifikasi pelanggan.
Profektif ini terdiri dari 3 tahapan :
1) Proses inovasi yaitu menggali pemahaman tentang kebutuhan pelanggan dan menciptakan produk yang dibutuhkan.
2) Proses Operasi yaitu proses pembuatan produk atau jasa, pengukuran kinerja yang terkait dan pengukuran, evesiensi waktu, Kualitas proses produksi serta evesiensi biaya.
3) Proses pelayanan purna jual yaitu jasa pelayanan pada pelanggan setelah penjualan Aktifitas yang terkait dalam proses ini diantaranya garansi dan reparasi.
d) Prefektif pembelajaran dan pertumbuhan
Prefektif ini fokus pada sumber daya manusia yang terdiri dari Kapabilitas karyawan yang diukur Melalui kepuasan karyawan, Kapabilitas sistem informasi dimana produktifitas karyawan dipengaruhi oleh akses terhadap sistem informasi yang dimiliki, dan Motivasi yang merupakan Upaya Pemberian motivasi kepada Karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar